Kasih Sayang Dalam Islam

Thursday, October 21, 2010

| | |
Selama kalian bersahabat denganku, apakah menurut hati kalian aku ini mencintai kalian atau tidak mencintai kalian?

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menjadikan kamu dari seorang laki-laki dan wanita, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal. Sesungguhnya orang mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Lagi Maha Mengenal." - Surah Al-Hujuraat [49]:13

Malulah jika mengaku Islam, tetapi tidak memahami kasih sayang sebenarnya. Sedih melihat saudara-saudari yang kebanyakan Muslim tetapi meyakini hari tertentu sebagai simbol kasih sayang. Semoga itu hanyalah kerana minimumnya ilmu - daif terhadap ajaran.
Semoga diberi kekuatan dan semangat untuk mengkaji dan mengaji sehingga menjadi faham dan terkumpul dalam lingkungan orang yang soleh. Padahal jika kita lebih jauh mengenal Islam, sesungguhnya Islam adalah agama yang penuh kasih sayang.Tahukah bahawa hari kasih sayang Islam versi Rasulullah Muhammad SAW?

Fathu Makkah, yang diabadikan dalam Al Qur'an sebagai Fathan Mubiiina (kemenangan yang nyata) terjadi pada bulan Ramadan, tepatnya pada tanggal 10 Ramadan tahun ke-8 Hijriyah. Pasukan Islam dari Madinah masuk ke kota Makkah dengan damai tanpa peperangan.

Diizinkan Allah memperoleh kemenangan besar. Ribuan tawanan musuh diberi amnesti massal... Rasulullah berpidato kepada ribuan tawanan perang.
"...hadza laisa yaumil malhamah, walakinna hadza yaumul marhamah,wa antumut thulaqa...."
Wahai manusia, hari ini bukan hari pembantaian, melainkan hari ini adalah hari kasih sayang, dan kalian semua merdeka kembali ke keluarga kalian masing-masing.

Pasukan Islam mendengar pidato itu merasa terkejut juga.
Berjuang hidup mati, diperhinakan sekian lama; tetapi ketika kemenangan sudah di genggaman, musuh pula dibebaskan.

Itu pun belum cukup. Rasulullah SAW memerintahkan rampasan perang dan pelbagai harta benda dan ribuan unta diberikan kepada para tawanan.
Sementara itu pasukan Islam tidak memperoleh apa-apa.

Mereka mengeluh dan memprotes. Mereka dikumpulkan dan Muhammad SAW bertanya: "Sudah berapa lama kalian bersahabat denganku?"
Mereka menjawab; sekian tahun, sekian tahun.

"Selama kalian bersahabat denganku, apakah menurut hati kalian aku ini mencintai kalian atau tidak mencintai kalian?"
Tentu saja sangat mencintai.

Rasulullah SAW mengakhiri pertanyaannya:
"Kalian memilih mendapatkan unta atau memilih cintaku kepada kalian?"

Menangislah mereka kerana cinta Rasulullah SAW kepada mereka; cinta yang tidak boleh dibandingkan dengan bumi dan langit.

"Cintailah manusia seperti kamu mencintai dirimu sendiri. - H.R. Bukhari

Islam sangat melarang keras untuk saling membenci dan bermusuhan, namun sangat menjunjung tinggi akan erti kasih sayang terhadap umat manusia.

Rasulullah saw. bersabda :
"Janganlah kamu saling membenci, berdengki-dengkian, saling berpalingan, dan jadilah kamu sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. Juga tidak dibolehkan seorang muslim meninggalkan (tidak bertegur sapa) terhadap sudaranya lebih dari tiga hari." (HR. Muslim).

Di sini jelas bahawa kita dianjurkan sekali untuk saling menjaga dan menghargai antara satu sama lain sebagai tanda kasih sayang.

Dalam hadis Nabi SAW :
"Perumpamaan orang-orang Mukmin dalam hal kecintaan, kasih-sayang dan belas kasihan sesama mereka, laksana satu tubuh. Apabila sakit satu anggota dari tubuh tersebut maka akan menjalarlah kesakitan itu pada semua anggota tubuh itu dengan menimbulkan insomnia (tidak boleh tidur) dan demam (panas dingin)." - HR. Muslim

Bahkan dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Baihaqi melalui Anas ra. Nabi SAW bersabda :
"Tidak akan masuk syurga kecuali orang yang penyayang."

Jadi jelas bahawa yang masuk surga itu hanyalah orang-orang yang mempunyai rasa kasih sayang yang tanpa dibayangi dengan niat-niat jahat.Rasa kasih sayang yang diniatkan kerana Allah, bukan kerana keuntungan dan kesenangan duniawi.Makna kasih sayang tidaklah berhujung, sedangkan rasa kasih sayang adalah sebuah fitrah yang mesti direalisasikan terhadap sesama anusia sepanjang kehidupan di dunia ini ada.  Ini bererti bahawa Islam tidak mengenal waktu, jarak dan tempat akan sebuah kasih sayang baik terhadap teman, sahabat, kerabat, dan keluarganya sendiri.

Sebuah kisah lain yang menarik ketika Amr bin Ash menaklukkan kota Mesir.
Saat itu datanglah seekor burung merpati di atas khemahnya.Melihat kejadian ini, kemudian Amr bin Ash membuat sangkar untuk merpati tersebut di atas kemahnya.Tatkala dia mau meninggalkan perkemahannya, burung dan sangkar tersebut masih ada.Dia pun tidak mhau mengganggunya dan dibiarkan burung merpati itu hidup bersama sangkar yang telah dibuat.
Maka kota itu dinamakan sebagai kota fasthath (khemah).Jelaslah bahawa ajaran Islam sangat menjunjung tinggi kasih dan sayang.Kita perlu mencontoh teladan Nabi SAW dan para sahabat dalam perkara ini.


0 comments:

Post a Comment